Jakarta -
PT PLN (Persero) menyatakan belum akan mengalirkan listrik ke jaringan
di kota Surakarta alias Solo. Pasalnya, Pemkot Surakarta masih menunggak
tagihan.
Demikian hal itu dikemukakan Direktur Bisnis dan
Manajemen Resiko PLN Murtaqi Syamsuddin kepada detikFinance, Sabtu
(24/12/2011).
"Bahwa yang dilakukan oleh Manajer APJ Solo, dalam
sistem dan disiplin korporat PLN memang harus begitu. Karena
kelangsungan operasi PLN sangat tergantung pada pembayaran dari para
pelanggannya, termasuk dari Pemkot," ujarnya.
Ia mengatakan,
hingga saat ini PLN juga telah melakukan pemutusan aliran listrik ke
penerangan jalan umum (PJU) Surakarta. Hal yang sama juga dilakukan
terhadap kota-kota lain di Jawa dan Luar Jawa yang menunggak.
"Himbauan saya kepada Pemkot Solo sebaiknya ada kepastian pembayaran tunggakan ini," ujarnya.
Selain
itu, kata Murtaqy, untuk menghemat listrik lampu PJU, ganti saja dengan
jenis lampu yang lebih hemat, yaitu teknologi LED dan gunakan solar
cell. PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surakarta menyatakan bisa
memberikan bantuan teknis.
Seperti diketahui, meskipun belum
seluruhnya, namun lampu PJU di sejumlah jalanan utama di Solo telah
diputus dari listrik mulai malam ini. Jalanan Solo bak lorong kelam.
PLN
APJ Surakarta sudah mengancam akan memutus seluruh jaringan listrik PJU
di Solo jika hingga batas akhir yaitu tanggal 23 Desember Pemkot tidak
membayar tunggakan tagihan listrik PJU Rp 8,9 miliar.
Hingga
batas waktu yang diberikan ternyata Pemkot Surakarta memang tidak
mengindahkan ancaman itu, akhirnya PLN pun melaksanakan ancamannya,
meskipun belum seluruhnya dipadamkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar